Bayar Zakat Fitrah dan Harta


Zakat Fitrah

Zakat fitrah adalah zakat jiwa, diwajibkan bagi yang hidup di akhir Ramadhan, baik laki maupun perempuan, kaya atau miskin, kecil maupun besar. Jadi, patokannya adalah jiwa. Sampai-sampai jika ada bayi yang dilahirkan dihari terakhir Ramadhan, maka dia wajib dibayarkan zakat fitrahnya oleh ayahnya.

Berapa besaran zakat fitrah? Hanya 1 sha’ dari makanan pokok sebuah kaum. Buat orang Arab bayarnya 1 sha’ gandum atau kurma atau zabib (anggur kering). Nah kita orang Indonesia membayarnya dengan 1 sha’ beras. 1 sha’ =3,5 lt =2,7 kg. = Rp 35.000,-. (asumsi beras 1 lt Rp.10.000,-). Jika kita biasa makan beras yang lebih mahal, tinggal dihitung. Umpama berasnya 1 lt Rp 20.000,- maka bayar zakat fitrahnya per orang Rp 70.000,-

Ustadz, satu keluarga cukup 1 atau bagaimana ? Bukan. Zakat fitrah itu per orang. Jika dalam keluarga ada 5 orang, maka 35 ribu itu x 4 = Rp 140.000,-

Kapan bayarnya? bisa dimulai dari awal Ramadhan, dan batas ahirnya adalah sebelum khatib naik mimbar untuk khutbah shalat Ied. Kewajiban zakat fitrah hanya 1 th 1 x.

Kepada siapa membayarnya?

Untuk Zakat Fitrah, jika ingin langsung kepada para fakir miskin silahkan. Jika ingin melalui panitia zakat fitrah di Masjid maka akan lebih baik. Jika ingin membayarnya melalui Lembaga Amil Zakat (LAZ) seperti Baznas (Bazis) DKI Jakarta maka dipersilahkan. Tapi untuk zakat harta, sebaiknya diberikan amanahnya ke Lembaga Zakat.

 

Zakat Mal/Harta

Zakat itu rukun ke 3 dari rukun Islam yang lima. Hanya saja Islam mengenal beberapa macam zakat. Jika dikatakan zakat, maka yang dimaksud adalah zakat mal/harta. Zakat inilah yang rukun Islam.

Zakat Harta tidak mengenal waktu. Dia ada hitungannya sendiri dan waktu pelaksanaannya sangat bervariatif. Ada dua syarat utama: Nisab dan Haul. Nisab artinya nilainya sudah mencapai standar, dan Haul artinya waktunya sudah cukup. Ada yang setahun sekali, ada yang per panen. Nah, jika seseorang memiliki/menyimpan emas 100 gram pada bulan Rabi’ul Awwal pada tahun ini makan haulnya akan jatuh pada bulan Safar. Alias genap satu tahun hijriyah. dia harus menguluarkan zakat mal nya, tanpa menunggu Ramadhan.

Nah kenapa orang menunggu Ramadhan?

Banyak orang membayar zakatnya di bulan Ramadhan karena faktor pahala. Melakukan suatu ibadah di bulan Ramadhan pahalanya lebih besar dibanding dengan jika membayarnya di luar bulan Ramadhan. banyak orang yang menjadikan Ramadhan sebagai bulan perhitungan zakatnya, jika waktu sebenarnya belum jatuh mereka mempercepat, juga sudah lewat maka mereka akan memperhitungkanya dan memulai dari Ramadhan untuk tahun berikutnya.

Berapa besaran zakat harta?

Jenis harta bermacam-macam, yang penulis angkat di sini hanyalah zakat harta simpanan, tabungan, deposito dan emas yang bukan perhiasan.

Jika seseorang, Ahmad misalnya, punya tabungan yang sdh 1 th sebesar 100 jt, deposito yang sdh setahun 200 jt, maka kewajiban zakatnya adalah 2,5 % x 300 jt = 7,5 jt.

Bayarnya ke siapa atau ke mana?

Yang berhak menerima zakat mal ada 8 kelompok (ashnaf): Fakir, miskin, pengelola zakat, mu’allaf, budak, orang yang dililit hutang, fi sabilillah, Ibnu Sabil. Memberikan zakat mal kita kepada mereka boleh. Namun agar tidak menumpuk di satu orang, biar lebih teratur dan terprogram, maka zakat mal itu sebaiknya diserahkan kepada Pengelola Zakat yang di tanah air ini sudah dibentuk dan diatur undang-undang. Contoh pengelola resmi Baznas dan LAZ. Lembaga-lembaga ini ada diseluruh Indonesia sampai tingkat kebupaten, bahkan Unit kecil nya sampai ke Masjid dan kelurahan.

Di zaman PSBB seperti ini boleh tidak transaksinya lewat e-bank ? Boleh, silahkan. Bagaimana dengan niatnya?

Niat itu dasarnya di dalam hati. namun jika dilafazkan akan lebih baik. Nah prakteknya. ambil hp lalu buka lembaga zakat yang ingin di pilih, Baznas Bazis DKI umpamanya, maka nyatakan:

Ya Allah, saya niat bayar zakat harta saya karena Allah Ta’ala.
Ya Allah terimalah zakat saya ini, berkahi rezki keluarga kami, dan bukalah pintu-pintu rizki-Mu yang luas itu.
Ya Allah jadikan saya dan keluarga orang yang pandai bersyukur dan senang berbagi.
Ya Allah ampuni segala kekurangannya. Amin.

Klik. Ijab kobul pun sudah terjadi. Zakat anda sudah diterima Baznas Bazis dan akan disalurkan kepada yang berhak. Alhamdulillah.

Berikut No rek Baznas Bazis DKI Jakarta (a.n. BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta):

Zakat Fitrah:

  • Bank CIMB Niaga : 860.002.892.600

Zakat Mal:

  • BANK DKI SYARI’AH : 702.700.30011
  • BNI SYARI’AH :             846.186.4195
  • BCA :                                 035.301.2344

Sedekah/Infak:

  • BSM :                   7888.000.555
  • BRI SYARI’AH : 813.588.8888
  • BCA :                    035.304.8888

 

Ingin ke Lembaga kajian Islam guna menopang sisi keilmuan dan pendidikan ?, boleh. Ini contohnya: Pusat Kajian Hadis Indonesia yang penulis dirikan dan pimpin.

Bank Syariah Mandiri 
No. 703 290 2493
a.n. YYS Pusat Kajian Hadis Indonesia

Mau sedekah ke masjid atau pesantren lainnya, silahkan. Banyak jalan menuju kebaikan.