Doa Mencegah Wabah


  1. Bagi yang belum tertular, bacalah doa ini.

Dokter, suster, petugas lapangan yang langsung menangani wabah ini, harus baca doa ini.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلَْتُ عَلىَ اللَّهِ وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قَوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِيْ لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِيْ الأَرْضِ وَلاَ فِيْ السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ

حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الوَكِيْلُ، نِعْمَ المَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قَوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ العَلِيِّ العَظِيْمِ

لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ

تَحَصَّنَّا بِذِىْ العِزَّةِ وَالْجَبَرُوْتِ وَاعْتَصَمْنَا بِذِي المُلْكِ وَالمَلَكُوْتِ، وَتَوَكَّلْنَا عَلَى الحَيِّ الَّذِيْ لاَيَمُوْتُ، اِصْرِفْ عَنَّا الْبَلاَءَ وَالْوَبَاءَ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ.

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

 

Bismillahirrahmanirrahim

Bismillah, tawakkaltu alallah, walaa hawla walaa quwwata illa billah

Bismillahillazi laa yadhurru ma’asmihi syai’un fil ardhi walaa fissama’i wahuwassami’ul aliim.

Hasbunallah wani’mal wakil, ni’mal maula wani’man nashir, walaa hawla walaa quwwata illa billah al-’aliyyul azim.

Laa ilaaha illa anta subhaanaka inni kuntu minazzoolimiin.

Tahassonna bizil izzati wal jabaruut, wa’tashamna bizil mulki wal malakuut, watawakkalna ‘ala alhayyil lazii laa yamuut. Ishrif ‘annaa albalaa’ wal wabaa’, innaka ‘ala kulli sya’in qodiir.

ِِِA’uzu bikalimaatillahit taammati min syarri ma kholaq.

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Dengan nama Allah, saya bersandar diri kepada Allah, dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali bersama Allah.

Dengan nama Allah yang tidak ada bahaya apapun bersama nama-Nya, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Cukuplah Allah sebaik-baiknya penolong dan pelindung kami, dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali bersama Allah, yang Maha Tinggi dan Maha Agung.

Tiada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku telah berbuat kezaliman.

Kami bentengi diri kami dengan pertolongan Zat yang memiliki kemuliaan dan kekuasaan, dan kami berpegang teguh dengan Penguasa jagat raya, baik yang tampak maupun yang tidak tampak, dan kami berserah diri ke Zat yang Maha Hidup, yang tak akan mati, jauhkanlah kami dari cobaan dan wabah, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Aku berlindung kepada-Mu ya Allah dengan kalimat-Mu yang sempurna, dari segala keburukan segala mahluk.

 

Catatan:

Enam dari tujuh bait doa di atas bersumber dari al-Qur’an atau hadis Rasululah saw. Mempunyai keutamaan yang besar dan makna tauhid yang dalam.

Doa atau bait ketiga umpamanya, menjadi wiridan ulama ketika akan menghadapi hal yang berbahaya, seperti binatang buas, atau kelompok rampok, bahkan musuh dalam peperangan.

Sedangkan satu bait lainnya, yaitu bait ke 6, maknanya sangat dalam, meski diambil dari wiridnya ulama.