I’tikaf Lailatul Qadar


Kegiatan i’tikaf di malam-malam akhir Ramadhan untuk mendapatkan malam Lailatul Qadar di Jakarta semakin ramai. Penulis ingat, 20 tahun lalu kegiatan ini hanya dilakukan di 2-3 Masjid saja. Salah satunya Masjid At Tin. Penulis kerap menjadi salah satu nara sumber untuk kajian i’tikaf malam 25 atau 27.

Di kondisi PSBB ini, boleh tidak i’tikaf itu dilakukan di rumah ?

Dalam terminologi fiqh, i’tikaf itu di Masjid. Orang yang sudah i’tikaf, lalu keluar Masjid, maka i’tikafnya dinilai batal. wal hasil, agak sulit untuk mengatakan i’tikaf itu boleh di rumah, meskipun ruang itu mungkin sudah ada yang melontarkan.

Akan tetapi jika ingin melihat kegiatan i’tikaf itu apa, maka rumah BISA mengakomodir kegiatan-kegiatan yang selama ini dilakukan semasa i’tikaf.  Kegiatan orang selama i’tikaf ahir Ramadhan adalah:

  1. Lebih konsentrasi dalam beribadah.
  2. Mendapatkan malam Lailatul Qadar.

Harus diakui bahwa untuk target pertama, di rumah kalah dengan di Masjid. Secara umum suasana di Masjid memang menjadikan orang lebih ingat Tuhan, lebih khusu’ dan lebih nyaman. Akan tetapi bukan berarti di rumah tidak bisa kita kondisikan suasananya mirip di Masjid, minimal-minimal suasana malamnya. Nah cobalah untuk mengkondisikan hal itu semampu dan semaksimal mungkin.

Untuk target kedua, mendapatkan anugrah Lailatul Qadar, sepertinya tidak ada halangan. Orang yang beribadah di rumah bisa mendapatkan anugrah ini, dan Allah swt lebih tau sebab kenapa kita “i’tikaf”nya di rumah.

Lalu apa agenda kegiatan yang kita lakukan kalau i’tikafnya di rumah. Penulis mencoba mengagendakan kegiatan di malam-malam  ganjil itu, minimal malam ke 27.

  • 19.30 – 20.00 : Shalat Isya’ dan wirid usai shalat.
  • 20.00 – 21.00 : Shalat tarawih
  • 21.00 – 22.00 : Istirahat, ngopi, ngeteh, ngemil
  • 22.00 – 23.00 : Mendengar ceramah di youtube. (penulis dan banyak ustadz lainya punya kajian dengan  tema Lailatul Qodar).
  • 23.00 – 23.30 : Tadarus
  • 23.30 – 24.00 : Persiapan istirahat
  • 00.00 – 02.00 : Istirahat. ( bukan di kasur/tempat tidur sebagaimana biasa, akan tetapi tidur di atas sajadah tempat kita shalat tarawih tadi).
  • 02.00 – 03.00 : Shalat tahajjud dan witir
  • 03.30 – 03.45 : Doa dan Munajat
  • 03.45 – 04.30 : Sahur
  • 04.40 – 05.15 : Shalat Subuh

Ingin diubah sedikit ? Silahkan. Intinya, pencarian Lailatul Qadar itu masih tetap bisa diupayakan.

Contoh Kajian Lailatul Qadar : http://warungustad.com/26-05-2019-cerita-lailatul-qadar-dalam-sahih-bukhari/