Jika Ajal Menjemput


Setiap orang pasti akan datang ajalnya, tidak kenal muda atau tua, bahkan bayi juga bisa meninggal. Tidak kaya atau miskin, tidak kenal waktu dan tempat, tidak juga kenal sebab. Yang menentukannya adalah Tuhan dan itu tetap menjadi rahasia-Nya. Kita hanya diminta untuk berusaha mengikuti sunnatullah dan ajaran-ajaran-Nya.

Terkait dengan covid-19 yang sampai menjelang Ramadhan 2020 ini belum ditemukan obatnya, penyakit yang diakibatkan oleh virus ini dinyatakan sebagai wabah bahkan pandemi. Langkah pencegahan penyebarannya dilakukan oleh seluruh negara di dunia termasuk Indonesia. Salah satu metode yang digunakan adalah Isolasi, baik mandiri, atau kelompok, atau Berskala Besar PSBB, atau Lockdown. Semua dilakukan untuk meredam penyebaran wabah ini.

Apa konsep Islam mengenai wabah ini.

  1. Berdoa agara tidak terjadi.
  2. Jika sudah terjadi, berdoa untuk sembuh, berobat dan cegah penularannya.
  3. Diantara cara mencegah penularan adalah Isolasi. Yang di dalam jangan keluar dan yang di luar jangan masuk.
  4. Jika seseorang yang sudah tetap di dalam, dia juga tidak keluar,  sudah berdoa dan menghindar, akan tetapi masih saja ada yang tertular. Kemudian, ketika sudah tertular dia berobat, lalu dirawat di rumah sakit, namun ternyata ajal menjemput, maka apa sikap seorang muslim ? Jawabnya kita harus bilang Innalillah wa inna ilaihi roji’un, qoddarallahu maa sya’a fa’al. Semua milik Allah swt dan akan kembali kepada Allah swt, apa yang ditakdirkan Allah swt itulah yang akan terjadi. KABAR GEMBIRANYA, almarhum BISA dikatagorikan SYAHID.
  5. Kasus berbeda. Jika ada yang ngotot keluar daerah yang sudah diisolasi tanpa alasan yang diperbolehkan secara agama atau secara pemerintahan, pulang kampung contohnya, lalu sampai di kampung itu dia ternyata sudah terinfeksi covid itu, lalu 2-3 kemudian meninggal. Apa hukumnya, DIA BERDOSA. JIKA MENINGGAL TIDAK DIKATAGORIKAN SYAHID.

Syarat Mendapat Syahid akibat Covid-19

Ada 3 hadis yang penulis jadikan landasan menyimpulkan seorang terkena covid itu syahid atau bukan.

Hadis 1.

:عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ

الطَّاعُونُ شَهَادَةٌ لِكُلِّ مُسْلِمٍ

متفق عليه

Dari Anas ibn Malik ra, Rasulullah saw bersabda:

Wabah itu menjadi penyebab syahadah buat setiap muslim.

Hadis 2.

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَتْ: سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الطَّاعُونِ فَأَخْبَرَنِي :

أَنَّهُ عَذَابٌ يَبْعَثُهُ اللَّهُ عَلَى مَنْ يَشَاءُ، وَأَنَّ اللَّهَ جَعَلَهُ رَحْمَةً لِلْمُؤْمِنِينَ، لَيْسَ مِنْ أَحَدٍ يَقَعُ الطَّاعُونُ فَيَمْكُثُ فِي بَلَدِهِ صَابِرًا مُحْتَسِبًا، يَعْلَمُ أَنَّهُ لَا يُصِيبُهُ إِلَّا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَهُ، إِلَّا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ شَهِيدٍ.

رواه البخاري وأحمد

Dari Aisyah ra istri Rasulullah saw, dia berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah saw tentang wabah.

Rasulullah saw mengabarkan bahwa itu adalah azab yang Allah timpakan kepada yang Dia kehendaki dan Allah jadikan itu sebagai rahmat buat orang-orang mu’min. Maka tidaklah wabah itu ada yang menimpa seseorang, kemudian dia tetap tinggal di lokasi wabah itu dengan penuh kesabaran dan selalu berharap kepada Allah, dia tahu bahwa tidak ada yang menimpanya kecuali apa yang sudah ditakdirkan-Nya, kecuali dia akan mendapatkan pahala seperti pahalanya para syuhada’.

Hadis 3.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :

مَا تَعُدُّونَ الشَّهِيدَ فِيكُمْ ؟

قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ قُتِلَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَهُوَ شَهِيدٌ.

قَالَ :

إِنَّ شُهَدَاءَ أُمَّتِي إِذًا لَقَلِيلٌ

قَالُوا : فَمَنْ هُمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ .

قَالَ :

مَنْ قُتِلَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَهُوَ شَهِيدٌ، وَمَنْ مَاتَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَهُوَ شَهِيدٌ، وَمَنْ مَاتَ فِي الطَّاعُونِ فَهُوَ شَهِيدٌ، وَمَنْ مَاتَ فِي الْبَطْنِ فَهُوَ شَهِيدٌ.

 

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda:

Siapakah yang kalian katagorikan sebagai syahid ?

Sahabat-sahabat menjawab: Wahai Rasulullah, mereka adalah yang gugur di jalan Allah, itulah Syahid.

Rasulullah saw berkomentar:

Jika demikian, maka orang yang dikatagorikan syuhada dari ummatku sedikit.

Sahabatpun bertanya lagi: Jika demikian maka siapakah mereka itu ?

Rasulullah saw pun menjelaskan:

Orang yang gugur dalam peperangan mereka syahid; orang yang meninggal di jalan Allah juga syahid; orang yang meninggal dalam wabah juga syahid; orang yang meninggal karena sakit di perut juga syahid.

Dari 3 teks hadis di atas maka syarat syahid adalah:

  1. Meninggal dalam keadaan iman dan Islam.
  2. Penyebab meninggalnya betul-betul karena wabah (covid-19), bukan karena sebab lain.
  3. Ikhlas dan Sabar dalam menerima musibah ini dan tetap tawakkal kepada Allah swt mengharapkan ampunan dan pahala dari-Nya.

Wallahu a’lam.


  • Sahih al-Bukhari, hadis no. 2618; dan Sahih aMuslim, hadis no.3540.
  • Sahih Muslim, hadis no. 3539; dan Sunan Ibn Majah, hadis no. 2794.
  • Sahih al-Bukhari, hadis no. 3215; dan Musnad Ahmad, hadis no. 23222 dan 24056.