Pulang Kampung


Pulang kampung memang bukan agenda asli. Artinya, Rasululullah saw dan para sahabat tidak pernah mengagendakan “Pulang kampung” sebagai agenda Ramadhan. Begitu juga para tabi’in dan tabi’ tabiin.

Pulang Kampung adalah agenda lokal atau kearifan lokal yang masuk di agenda Ramadhan. Hukumnya mubah alias boleh jika tidak membebankan dan tidak membahayakan.

Jika memberatkan apalagi membahayakan maka hukum pulang kampung jadi berubah haram. Tidak ubahnya HAJI yang wajib bahkan rukun itu, diikat dengan kata “Bagi yang mampu”. Diterjemahkan oleh ulama dengan kemampuan fisik dan finansial, juga faktor keamanan. Haji tidak dianjurkan jika keamanan di jalan membahayakan jamaah. Kesepakatan ulama ini sangat mudah kita baca di referensi fiqh sederhana, bukan fiqh jelimet atau perbandingan.

Disepakati dokter, ahli kesehatan masyarakat dan pemerintah, bahwa virus corona ini mudah sekali menular. Penularannya banyak disebarkan lewat sentuhan karena itu ada kampanye #jagajarak. Jakarta dan kota-kota besar lainnya di tanah air sudah dinyatakan sebagai pusat keberadaan virus ini (kasus Indonesia saja). Ada yang sudah teridentifikasi, dan yang lebih banyak lagi belum terdeteksi. Pulang kampungnya orang-orang kota dikhawatirkan sebagai pembawa virus ke kampung dan pelosok desa.

Kesimpulannya, pulang kampungnya orang kota dalam jumlah yang seperti kita lihat di setiap menjelang lebaran, akan menjadi bom waktu semakin merebaknya virus dan wabah ini. Karena itu MUI jauh-jauh hari sudah menganjurkan agar tahun ini tidak ada acara pulang kampung.

Secara personal, banyak ulama yang layak diakui kepakarannya menegaskan keharaman ini. Hal itu melihat dari dampak yang bakal terjadi jika pulang kampung ini ramai dilakukan.

Dalil larangan pulang kampung pada lebaran ini ada I keputusan Rasulullah saw. dalam menangani wabah yang ditiru oleh seluruh dunia dengan istilah LOCKDOWN.

Bunyi teks hadisnya seperti ini:

 إِذَا سَمِعْتُمْ بِالطَّاعُونِ بِأَرْضٍ فَلَا تَدْخُلُوهَا، وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلَا تَخْرُجُوا مِنْهَا.

Jika kalian mendengar ada wabah di suatu daerah, maka jangan kalian masuk ke daerah tsb. Dan jika kalian berada di dalam daerah wabah, maka janganlah kalian keluar dari situ.

Kalau tidak pulang kampung, gimana ibu dan bapak yang sudah kangen sama cucunya. Gimana kami meninggalkan kebiasaan yang sudah setiap tahun kami lakukan?

 


Sahih al-Bukhari, hadis no. 5287; dan Sahih Muslim, hadis no. 4114.