Rasulullah saw antara Perubahan dan Perbaikan


Rasulullah saw disepakati oleh ummat Islam sebagai Uswatun Hasanah, contoh teladan. Apa yang beliau amalkan adalah suatu yang baik.

Banyak orang yang menyangka bahwa Rasulullah saw dalam amaliyah ibadahnya sudah pasti, atau selalu memilih yang terbaik atau yang afdhal (mengikut nilai standar).

Ternyata tidak. Kadang kala Rasulullah saw dengan sengaja memilih yang bukan afdhal tapi masih boleh. Dan justru ketika beliau memilih yang tidak afdhal itulah yang terbaik. Kenapa seperti itu ?

Rasulullah saw tahu bahwa ummatnya tidaklah satu tingkatan dalam ketaqwaannya, dan mereka tidak selalu dalam kondisi yang sama. Banyak faktor penyebab, ada ilmu, ada semangat, ada pekerjaan, ada juga ekonomi, dan tidak kalah penting kesehatan.

Beberapa contoh di bawah ini akan menunjukkan bahwa Rasulullah saw mengajarkan orang untuk memilih yang lebih mudah ketika dihadapkan oleh 2 pilihan yang sama-sama boleh. Lalu Rasulullah saw sendiri memilih standar boleh, bukan afdhal.

Namun sebelum masuk ke contoh, BAB ini harus dipahami sesuai tempatnya. Artinya, sesuai dengan kondisi.

Afdhal dipilih dalam kondisi normal, atau kondisi nyaman.

Boleh dipilih dalam kondisi normal dan sulit.

Minimalis dipilih dalam kondisi sulit dan terpaksa.

Dalilnya :

 عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ:

 مَا خُيِّرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَ أَمْرَيْنِ إِلَّا اخْتَارَ أَيْسَرَهُمَا مَا لَمْ يَأْثَمْ، فَإِذَا كَانَ الْإِثْمُ كَانَ أَبْعَدَهُمَا مِنْهُ. وَاللَّهِ مَا انْتَقَمَ لِنَفْسِهِ فِي شَيْءٍ يُؤْتَى إِلَيْهِ قَطُّ حَتَّى تُنْتَهَكَ حُرُمَاتُ اللَّهِ فَيَنْتَقِمُ لِلَّهِ .

متفق عليه

Dari Aisyah ra, beliau bersabda:

Tidaklah Rasulullah saw diberikan pilihan diantara 2 pilihan, kecuali beliau akan memilih yang termudah diantara keduanya selama tidak ada dosa. Jika berdampak dosa, maka beliau adalah orang yang paling menghindarinya.  Demi Allah beliau belum pernah dendam untuk kepentingan dirinya sendiri …

 


  • Sahih al-Bukhari, hadis no. 6288; dan Sahih Muslim, hadis no. 4294.