Seratus Hikmah di Balik Corona


Jika penulis mampu menuliskan 100 hikmah dibalik wabah Corona, maka masih ada ratusan hikmah lain yang bisa digali dan ditemukan orang lain.

Apa yang penulis himpun adalah apa yang terlihat jelas oleh kita semua. Bahkan sebagian kita sedikitnya merasakan beberapa hikmahnya. 40 hikmah di bawah ini semoga menjadikan kita lebih beriman lagi kepada Allah dan kekuasaannya sehingga membawa kita menjadi orang yang bertaqwa.

  1. Ada Tuhan yang mengatur alam semesta ini.
  2. Manusia punya kemampuan yang terbatas.
  3. Walaupun manusia sudah berkumpul, bahu membahu melawan wabah ini, melalui WHO umpamanya, ternyata sampai beberapa bulan ini belum selesai.
  4. Amerika dan Eropa yang sering menyombongkan berbagai kemajuannya, ternyata dibuat ketakutan dengan benda kecil, virus COVID -19.
  5. Memukul itu tidak selamanya memerlukan alat besar, alat yang kecil kalau tepat sasaran juga akan berdampak besar.
  6. Tidak terbayang kalau Corona bisa memukul mati Liga Primer Ingris, Liga A Itali, Liga Spanyol dan Liga Champion. Bola yang jadi Bintang Kehidupan era ini “mati suri” club-club besar juga akan sulit bertahan jika hal ini berkepanjangan.
  7. Bukan cuma bola, F1, MotoGp, bahkan Olimpiade pun tunduk. Bagaimana kalau Tuhan mukul dengan pukulan yang lebih besar.
  8. Karantina mandiri di rumah menjadikan kita lebih mengenali rumah kita sendiri.
  9. Banyak waktu untuk merapikan barang-barang di rumah, termasuk yang berkategori berlebihan (mubazir), In sya Allah akan segera dibagi atau disedekahkan kepada orang lain.
  10. Banyak waktu untuk membaca buku lagi.
  11. Banyak waktu untuk melanjutkan kajian dan penelitian yang sempat tertunda.
  12. Banyak waktu untuk menulis buku, hingga bisa melahirkan sebuah buku baru.
  13. Jadi dekat dengan keluarga.
  14. Hubungan suami istri, alhamdulillah kembali normal, lebih terasa sakinah dan mawaddahnya.
  15. Melihat Jakarta yang lebih bersih udara dan langitnya, kita jadi bilang, bahwa kita lah yang kemarin mengotorinya.
  16. Melihat kesempitan hidup di isolasi mandiri ini, kita jadi bilang: Kita butuh orang lain.
  17. Kita juga jadi bilang : orang lain juga pasti butuh kita.
  18. Tolong menolong itu nikmat.
  19. Melihat masjid kosong, kita sedih, tapi kita juga bisa bilang: Allah swt ada di mana-mana,
  20. Kita juga bisa bilang: Shalat itu bisa di masjid dan di luar masjid.
  21. Kita jadi tahu : Hukum Islam itu fleksibel, tidak kaku.
  22. Hukum Islam dibuat untuk kemaslahatan manusia.
  23. Ajaran Islam sudah mengatur solusi kejadian seperti ini.
  24. Melihat banyak orang yang tidak patuh dengan  aturan PSBB, kita jadi bisa nyeletuk: Aturan Tuhan saja banyak yang langgar apalagi aturan manusia.
  25. Melihat banyaknya orang yang tidak ta’at padahal apa yang diatur pemerintah itu untuk kepentingan semua orang termasuk dia, kita jadi paham kenapa lebih banyak yang akan masuk neraka dibanding surga.
  26. Manusia yang lebih siap mati adalah kaum muslimin.
  27. Orang yang paling tenang menghadapi wabah ini adalah orang Islam.
  28. Orang yang paling sabar dengan musibah ini adalah orang Islam.
  29. Kesempatan buat bangsa Indonesia untuk membangun karakter berbangsanya lagi.
  30. Lihat harga masker yang menggila, begitu juga APD dan alat ukur suhu badan, ternyata masih banyak orang “sakit” di tanah air kita, mencari keuntungan pribadi di bawah¬† penderitaan orang lain.
  31. Di sisi lain, masih banyak orang yang suka berbagi, membantu orang lain yang susah, baik kita kenal atau tidak. Lalu, sudahkah saya membantu orang lain?.
  32. Lebih sadar akan kebersihan.
  33. Jadi sadar bahwa kita bisa membawa bahaya kepada orang lain.
  34. Jadi rajin cuci tangan.
  35. Jadi sadar hikmah mencuci hidung dalam wudhu’.
  36. Jadi rajin olah raga.
  37. Jadi tahu khasiat minuman tradisional seperti Jahe dan empon-empon.
  38. Jadi paham cara virus dan penyakit menyebar
  39. Ketika tahu virus itu dari kalelawar, jadi sadar hikmah makan makanan yang halal.
  40. Menguji ketaatan kita kepada ulama dan pemerintah.